KANGKUNG
(Ipomoea aquatica Forsk.)
Kangkung adalah terna yang tumbuh pada tempat-tempat basah seperti di tepi kali, comberan, rawa, atau selokan, yang banyak jenisnya. Batangnya beruas, berongga, dan bercabang. Daunnya tunggal, tumbuh berseling dengan tangkai panjang, berwarna hijau tua, bersegi dengan ujung runcing. Bunganya tunggal, keluar dari ketiak daun dan tumbuh tegak, berwarna ungu dengan pinggiran yang memutih. Daun dan batangnya dimakan sebagai sayuran.
Suku: Convolvulaceae
Kandungan & manfaat: Kangkung bersitat, antiracun, antiradang, peluruh kencing, menghentikan perdarahan, sedatif (obat tidur). Kangkung juga bersifat menyejukkan dan menenangkan. Kangkung mengandung protein, kalsium, fosfor, besi, karoten, hentriakontan, dan sitosterol
Kegunaan:
1.Mengurangi haid:
0,5 kg daun kangkung segar cuci, tumbuk halus, beri air secukupnya. Saring, beri 1 sendok makan madu. Minum habis 1x sehari sekaligus.
2. Mimisan:
Seikat kecil daun kangkung segar, cuci, tumbuk halus, beri sedikit gula, seduh dengan air panas. Setelah dingin, saring, minum 2x sehari.
3. Eksem:
Cara I: Seikat kangkung cuci bersih, rebus dengan air secukupnya sampai mendidih selama sekitar 10 menit, hangat-hangat gunakan untuk mencuci bagian yang gatal. Lakukan ini sehari sekali.
Cara II: Batang dan akar seikat kangkung segar, lumatkan, gunakan untuk kompres.
4. Kapalan:
Oleskan getah kangkung, di bagian kulit yang menebal berkali-kali. Lakukan ini setiap hari sampai sembuh.
5. Sakit kepala:
Cara I: Segenggam daun kangkung tumbuk halus, beri sedikit garam dan air secukupnya. Saring. Beri madu. Minum 1x sehari sekaligus.
Cara II: Seikat daun dan batang kangkung segar rebus, minum air rebusannya.
6. Ambeien:
Segenggam kecil akar kangkung cuci bersih, rebus dengan 3 gelas air sampai airnya tinggal 1/2. Setelah dingin, minum sehari 2x 1/2 gelas.
7. insomia
Sering-sering makan sayur daun kangkung, tanpa batang.
8. Bisul:
15-20 helai daun kangkung, cuci bersih, tumbuk sampai halus. Kompreskan pada bisul. Lakukan 2x sehari sebanyak yang dibutuhkan.
9.Sakit gigi:
Segenggam akar kangkung, 1/2 sendok teh cuka, direbus dengan 1 gelas air. Gunakan air rebusannya untuk kumur-kumur.
10. Melancarkan air seni:
Segenggam akar kangkung direbus dengan 2 gelas air sampai tinggal menjadi 1 gelas. Minum air rebusannya sekaligus 1x sehari.
11. Ketombe:
Kangkung segar secukupnya direndam dalam air semalam sampai airnya berwarna kebiruan. Keramas dengan air itu. Lakukan ini setiap keramas.
12. Sembelit:
Makan masakan sayur kangkung dengan ditumis
13. Mual bagi ibu hamil:
Resep sama dengan no.12.
14. Sariawan:
Seikat daun kangkung (tanpa batang) cuci bersih, lumatkan, beri 1 gelas air, peras dan saring (boleh beri sedikit garam). Gunakan airnya untuk kumur.
15. Gusi bengkak:
Resep sama dengan no. 14.
Read More......
Showing posts with label Bisul. Show all posts
Showing posts with label Bisul. Show all posts
Sunday, March 15, 2009
Wednesday, December 10, 2008
DAUN URAT
DAUN URAT
Daun urat kadang disebut juga ki urat atau daun sendok. Banyak ditemukan di daerah pegunungan. Di perkebunan karet dan teh tanaman ini merupakan gulma. Daunnya berbentuk bulat lonjong, panjangnya ± 10 cm. Bunganya yang kecil berwarna putih kekuning-kuningan. Bijinya bulat kecil-kecil berwarna coklat kehitaman.
Kandungan & manfaat: Tanaman ini mengandung zat tanin dan kalium alkaloid yang berkhasiat melancarkan air seni dan antiradang. Selain itu, juga bermanfaat untuk menurunkan panas dan mengencerkan dahak.
Kegunaan:
1. Batu ginjal:
Cara I: 20 g daun urat direbus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Minum ramuan ini 2x, sehari. Cara II: Ambil dan cuci sejumlah daun urat lalu ditumbuk dan diperas untuk diambil airnya sampai 1/2 mangkuk. Ramuan ini untuk diminum 2x sehari.
2. Batu empedu:
4 - 5 helai daun urat berikut akarnya, 7 helai daun gegaretan direbus dengan 2 gelas air sampai
airnya tinggal setengah. Minum ramuan ini 2x sehari.
3. Ambeien:
100 g daun urat, 100 g daun wungu direbus dengan 4 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Minum ramuan ini 1x sehari, siang hari sebanyak 1 gelas. Lakukan terus sampai 3 - 4 bulan.
4. Rematik:
Cara I: Sama dengan resep no. 1, cara I.
Cara II: Beberapa helai daun urat ditumbuk, lalu diolesi pada
bagian yang sakit. Ulangi setiap 3 jam.
5. Hepatitis:
1 genggam daun urat, 7 keping temulawak diseduh dengan 1 gelas air. Minum ramuan ini 1x sehari, masing-masing 1/4 gelas. Lakukan selama 1 - 2 minggu.
6. Diabetes:
15 g daun urat, 1/2 genggam brotowali, sedikit daun kumis kucing, 1 sendok teh adas, 1 sendok teh pulosari direbus dengan 3 gelas air sampai airnya tinggal 2 gelas. Saring. Lalu minum 1 gelas, setiap kali habis makan.
7. Keputihan:
10 akar pohon daun urat segar dilumatkan dengan sedikit air cucian beras ketan. Saring,, lalu minum ramuan ini sekaligus. Lakukan 1x sehari.
8. Cacingan:
Sama dengan resep no. 1.
9. Digigit serangga:
Beberapa helai daun urat ditumbuk halus, lalu tempelkan pada luka.
10. Bisul:
3 helai daun urat direbus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Minum ramuan ini 2x sehari.
11. Kudis:
5 helai daun urat,7 helai daun sambiloto direbus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Minum ramuan ini 2x sehari.
12. Cantengan:
Beberapa helai daun urat ditumbuk lalu dibalutkan ke jari yang cantengan, kemudian dibebat dengan kain kasa.
Read More......
Daun urat kadang disebut juga ki urat atau daun sendok. Banyak ditemukan di daerah pegunungan. Di perkebunan karet dan teh tanaman ini merupakan gulma. Daunnya berbentuk bulat lonjong, panjangnya ± 10 cm. Bunganya yang kecil berwarna putih kekuning-kuningan. Bijinya bulat kecil-kecil berwarna coklat kehitaman.
Kandungan & manfaat: Tanaman ini mengandung zat tanin dan kalium alkaloid yang berkhasiat melancarkan air seni dan antiradang. Selain itu, juga bermanfaat untuk menurunkan panas dan mengencerkan dahak.
Kegunaan:
1. Batu ginjal:
Cara I: 20 g daun urat direbus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Minum ramuan ini 2x, sehari. Cara II: Ambil dan cuci sejumlah daun urat lalu ditumbuk dan diperas untuk diambil airnya sampai 1/2 mangkuk. Ramuan ini untuk diminum 2x sehari.
2. Batu empedu:
4 - 5 helai daun urat berikut akarnya, 7 helai daun gegaretan direbus dengan 2 gelas air sampai
airnya tinggal setengah. Minum ramuan ini 2x sehari.
3. Ambeien:
100 g daun urat, 100 g daun wungu direbus dengan 4 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Minum ramuan ini 1x sehari, siang hari sebanyak 1 gelas. Lakukan terus sampai 3 - 4 bulan.
4. Rematik:
Cara I: Sama dengan resep no. 1, cara I.
Cara II: Beberapa helai daun urat ditumbuk, lalu diolesi pada
bagian yang sakit. Ulangi setiap 3 jam.
5. Hepatitis:
1 genggam daun urat, 7 keping temulawak diseduh dengan 1 gelas air. Minum ramuan ini 1x sehari, masing-masing 1/4 gelas. Lakukan selama 1 - 2 minggu.
6. Diabetes:
15 g daun urat, 1/2 genggam brotowali, sedikit daun kumis kucing, 1 sendok teh adas, 1 sendok teh pulosari direbus dengan 3 gelas air sampai airnya tinggal 2 gelas. Saring. Lalu minum 1 gelas, setiap kali habis makan.
7. Keputihan:
10 akar pohon daun urat segar dilumatkan dengan sedikit air cucian beras ketan. Saring,, lalu minum ramuan ini sekaligus. Lakukan 1x sehari.
8. Cacingan:
Sama dengan resep no. 1.
9. Digigit serangga:
Beberapa helai daun urat ditumbuk halus, lalu tempelkan pada luka.
10. Bisul:
3 helai daun urat direbus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Minum ramuan ini 2x sehari.
11. Kudis:
5 helai daun urat,7 helai daun sambiloto direbus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Minum ramuan ini 2x sehari.
12. Cantengan:
Beberapa helai daun urat ditumbuk lalu dibalutkan ke jari yang cantengan, kemudian dibebat dengan kain kasa.
Read More......
CINCAU
Kandungan & manfaat: Daun dan akarnya mengandung alkaloid sikleina, kandioplegida, pati dan lemak. Cincau berkhasiat mendinginkan dan membersihkan darah.
Kegunaan:
1.Panas perut
20 helai daun cincau berbentuk jantung atau 10 helai daun cincau kebo dicuci bersih. Remas-remas lalu beri 1 gelas air minum yang sudah dingin. Aduk lalu saring dengan kain. Biarkan di tempat dingin sampai membeku menjadi seperti agar-agar hijau yang lembek. Dimakan dengan madu, sirup, atau gula aren cair yang sudah dimasak dengan pandan. Cincau kalau dibiarkan terlalu lama akan menciut dan mengeluarkan banyak air.
2.Disentri
Resepnya sama dengan no.1 makan selama seminggu berturut-turut.
3.Sariawan
Resepnya sama dengan no.1 makan selama 5 - 7 hari berturut-turut.
4.Bisul
Daun cincau berbentuk jantung secukupnya dicuci. Dilumatkan lalu ditempelkan ke bagian yang bernanah untuk mengeluarkan nanahnya.
Read More......
Kandungan & manfaat: Daun dan akarnya mengandung alkaloid sikleina, kandioplegida, pati dan lemak. Cincau berkhasiat mendinginkan dan membersihkan darah.
Kegunaan:
1.Panas perut
20 helai daun cincau berbentuk jantung atau 10 helai daun cincau kebo dicuci bersih. Remas-remas lalu beri 1 gelas air minum yang sudah dingin. Aduk lalu saring dengan kain. Biarkan di tempat dingin sampai membeku menjadi seperti agar-agar hijau yang lembek. Dimakan dengan madu, sirup, atau gula aren cair yang sudah dimasak dengan pandan. Cincau kalau dibiarkan terlalu lama akan menciut dan mengeluarkan banyak air.
2.Disentri
Resepnya sama dengan no.1 makan selama seminggu berturut-turut.
3.Sariawan
Resepnya sama dengan no.1 makan selama 5 - 7 hari berturut-turut.
4.Bisul
Daun cincau berbentuk jantung secukupnya dicuci. Dilumatkan lalu ditempelkan ke bagian yang bernanah untuk mengeluarkan nanahnya.
Read More......
Labels:
Bisul,
CINCAU,
Disentri,
Panas perut,
Sariawan
Subscribe to:
Posts (Atom)